Penyebab kanker serviks utamanya terjadi karena infeksi HPV akibat hubungan seks, pengaruh gaya hidup tidak sehat hingga faktor genetik. Salah satu gejala kanker serviks tahap awal bisa berupa keputihan. Namun, seperti apa keputihan karena kanker serviks?
Daftar Isi
Tutup
Tutup
Apakah kanker serviks stadium 1 bisa sembuh?
Mau tanya dok, apakah kanker serviks stadium 1A bisa disembuhkan?
Penyebab kanker serviks adalah terjadinya perubahan atau mutasi sel pada leher rahim. Pada tahap 1A, sel kanker serviks berukuran sangat kecil sehingga hanya bisa dilihat dengan mikroskop atau metode kolonoskopi.
Stadium awal Ini juga dapat dibagi menjadi 2 kelompok kecil, yakni:
- Pada stadium 1A1, ukuran kanker masih tergolong kecil, kurang dari 3 mm dan lebarnya kurang dari 7 mm
- Stadium 1A2, berarti pertumbuhan kanker berada antara 3-5 mm dengan lebar masih kurang dari 7 mm
Penyakit kanker serviks stadium 1 biasanya masih diobati dengan tindakan operasi maupun kombinasi kemoterapi dan radioterapi (kemo radioterapi). Meski begitu, penderita kanker serviks stadium lanjut juga bisa mengalami keputihan selama menjalani pengobatan, baik kemoterapi maupun radioterapi.
Metode pengobatan kanker serviks akan dipertimbangkan berdasarkan kondisi masing-masing pasien. Berdasarkan penelitian, pasien kanker serviks yang telah menjalani pengobatan atau operasi standar memiliki angka harapan hidup yang mencapai 95-98%.
Dijawab oleh dr. Ahmad Muhlisin
Terkait kanker serviks stadium 1A merupakan stadium awal pembentukan sel kanker dalam jumlah kecil yang sudah menyerang area leher rahim atau serviks. Kanker serviks stadium 1A ini juga terbagi menjadi 2, yaitu:
- Stadium 1A1: Sel kanker sudah menyerang jaringan serviks dengan kedalaman <3 mm dan memiliki lebar <7 mm
- Stadium 1A2: Sel kanker sudah ada pada jaringan serviks dengan kedalaman antara 3-5 mm dan lebar <7 mm
Pengangkatan sel kanker serviks dan area sekitarnya melalui proses operasi juga harus dilihat dari tingkat kanker itu sendiri. Tak sedikit tindakan radioterapi dikombinasikan dengan tindakan operasi apabila diperlukan.
Dijawab oleh dr. Vania Angela
Apa yang terjadi jika sering keputihan? Benarkah keputihan tanda kanker serviks?
Apakah keputihan itu bisa menyebabkan kanker serviks? Sehabis haid saya sering mengalami keputihan selama 7 hari dan saya takut itu kondisi tidak normal pada hormon atau terkena kanker serviks. Bagaimana caranya agar tidak terjadi keputihan berkelanjutan?
Penyebab kanker serviks umumnya terjadi karena infeksi HPV yang disebabkan karena hubungan seksual yang tidak sehat, seperti bergonta ganti pasangan sehingga penularan virus HPV rentan terjadi. Salah satu cara mencegah kanker serviks adalah dengan mendapatkan vaksin HPV.
Keputihan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi (virus, bakteri, parasit, atau jamur), gangguan hormonal, kelainan anatomis, hingga risiko kanker yang perlu diwaspadai.
Namun, perlu diketahui bahwa bukan keputihan yang menyebabkan kanker, melainkan keputihan yang berkepanjangan dan tidak sembuh-sembuh merupakan tanda awal terjadinya suatu proses keganasan di saluran reproduksi wanita.
Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih lanjut apakah keputihan merupakan gejala kanker serviks atau tidak, maka diperlukan pemeriksaan lebih mendalam berupa pemeriksaan pap smear ataupun IVA test. Konsultasikan hal ini dengan dokter kandungan terlebih dahulu.
Dijawab oleh dr. Scientia Inu Kirana
Apa penyebab keputihan yang berlebihan? Bagaimana cara menghilangkannya?
Dok, kalau tidak salah tanda awal kanker serviks itu keputihan ya? Saya hampir setiap saat mengalami keputihan, bagaimana ya caranya mengatasi keputihan yang berlebih?
Penyebab keputihan dapat disebabkan oleh berbagai hal. Namun, keputihan bersifat normal apabila cairan / lendir bening, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak gatal.
Keputihan normal juga biasanya umum terjadi pada masa pre-menstruasi atau menjelang siklus haid. Namun, jika keputihan disertai rasa gatal atau berbau, hal itu bisa menjadi pertanda terjadinya infeksi, baik infeksi jamur, bakteri, ataupun parasit.
Berikut beberapa penyebab keputihan:
- Adanya aktivitas flora normal pada vagina yang tergolong normal sehingga terjadinya keputihan
- Adanya infeksi jamur yang bisa menyebabkan keputihan dengan ciri ciri keputihan berwarna putih susu
- Adanya infeksi bakteri yang bisa menyebabkan keputihan dengan bau tidak sedap serta berwarna agak kekuningan
- Adanya faktor hormonal yang memengaruhi siklus haid menjadi tidak teratur sehingga mudah menyebabkan keputihan
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan jika mengalami keputihan:
- Membersihkan vagina dengan air mengalir setiap mandi dan buang air dari arah depan ke belakang (bokong). Jangan membasuh vagina dari belakang ke depan karena berpotensi memindahkan kuman dari anus ke vagina
- Setelah dibasuh, pastikan vagina dalam kondisi kering sebelum memakai pakaian dalam. Usahakan selalu mengganti pakaian dalam agar vagina tidak basah dan lembab
- Menghindari penggunaan vaginal douche/ cairan pembersih vagina yang menyebabkan perubahan kadar keasaman (pH) di dalam vagina menjadi lebih basah, padahal pH vagina normal adalah ke arah asam
- Hindari penggunaan celana yang terlalu ketat atau penggunaan bahan pakaian yang tidak dapat menyerap keringat.
- Hindari menggaruk vagina agar tidak terjadi luka dan risiko infeksi sekunder. Apabila gatal tidak tertahankan bisa diredakan dengan obat golongan antihistamin, seperti Cetirizine
Jika keputihan disebabkan oleh infeksi jamur, maka harus menggunakan obat antijamur, begitupun jika infeksi bakteri yang menjadi penyebab keputihan, maka terapi utamanya adalah dengan obat antibiotik.
Oleh sebab itu, cara mengatasi keputihan harus disesuaikan dengan infeksi penyebabnya. Silakan memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter agar mendapatkan anjuran pengobatan yang tepat sesuai kondisi.
Dijawab oleh dr. Felicia Ivanty
Keputihan adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar yang terdapat di dalam lubang vagina atau serviks. Cairan yang dikeluarkan ini merupakan fenomena umum yang dialami setiap wanita.
Cairan keputihan ini biasanya mengandung bakteri dan sel-sel yang telah mati dan dikeluarkan dari tubuh agar vagina tetap bersih dan mencegah terjadinya infeksi.
Keputihan dapat dialami oleh setiap wanita dan pada umumnya bersifat normal, yakni tidak berbau, tidak gatal, dan berwarna jernih hingga keruh seperti susu. Namun, perubahan pada bau vagina, jumlah, dan warna keputihan dapat mengindikasikan adanya perubahan hormon atau masalah dalam tubuh.
Warna keputihan dapat mengindikasikan beberapa hal berikut:
- Warna bening seperti putih telur: normal. Mekanisme vagina untuk membersihkan liang vagina dari sel-sel mati secara alami
- Warna putih keruh hingga kekuningan: normal, kecuali disertai dengan rasa nyeri atau bau tidak sedap
- Warna merah hingga kecoklatan: menstruasi di luar periode normal, bisa pengaruh alat kontrasepsi atau risiko kanker serviks
- Warna kuning pucat hingga kehijauan: normal, kecuali disertai rasa nyeri, gatal saat berkemih, dan bau tidak sedap bisa jadi tanda infeksi
- Warna pink hingga kemerahan: pada umumnya terjadi pada wanita setelah selesai berhubungan
Beberapa pemeriksaan HPV, seperti cek darah, tes HPV DNA, serta pap smear, bisa dilakukan untuk menentukan penyebab kanker serviks dengan gejala keputihan.
Perhatikan jika keputihan terjadi terlalu banyak, berwarna, berbau tidak sedap, serta muncul gejala lain seperti adanya penurunan berat badan atau nyeri saat berhubungan.
Apabila keputihan disertai dengan keluhan lain, seperti gatal, nyeri, panas saat berkemih atau saat berhubungan, sebaiknya segera periksakan ke dokter kulit dan kelamin terdekat untuk mengetahui penyebab keputihan secara pasti dan mendapatkan terapi yang tepat.
Dijawab oleh Tim Medis HDmall
Artikel terkait
- Penyebab dan Cara Menghilangkan Bau Vagina
- Tes Urine, Jenis Pemeriksaan Kesehatan untuk Tahu Kondisi Tubuh
- Penyebab Sakit Perut Sebelah Kiri Bawah dan Pinggang, Apa Saja?
- Penyebab dan Cara Mengatasi Jari Tangan Kaku dan Sakit di Pagi Hari
Pertanyaan lain yang sering diajukan