Keputihan yang keluar dari vagina merupakan kondisi yang normal terjadi pada wanita. Namun, ada pula ciri ciri keputihan abnormal yang menjadi tanda infeksi. Apa saja penyebab dan ciri ciri keputihan tidak normal? Bagaimana cara mengatasi keputihan abnormal?
Daftar Isi
Tutup
Tutup
Keputihan setiap hari apakah normal?
Setiap hari saya keputihan. Terkadang keputihan berwarna putih dan kuning. Kadang cair, kadang kental. Kadang bau, kadang tidak berbau. Kadang juga gatal. Bagaimana cara mengurangi keputihan bahkan menghilangkannya? Penyebab keputihan apa dan kenapa saya bisa keputihan setiap hari?
Keputihan dapat disebabkan berbagai hal. Keputihan bersifat normal apabila cairan atau lendir bening, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak gatal, dan biasanya terjadi pada masa pre-menstruasi.
Keputihan apabila disertai rasa gatal atau berbau, itu bisa menjadi pertanda ada terjadinya infeksi, antara lain, infeksi jamur, bakteri, ataupun parasit.
Salah satu faktor risiko penyebab keputihan yang paling sering terjadi selain kurangnya menjaga higienitas alat kelamin adalah penggunaan vaginal douche atau cairan pembersih vagina yang menyebabkan perubahan kadar keasaman (pH) di dalam vagina menjadi lebih basah.
pH vagina normal adalah ke arah asam, di mana ketika pH berubah basa, maka bakteri normal dalam vagina akan mati dan digantikan oleh bakteri patologis. Jika mempunyai kebiasaan menggunakan cairan pembersih vagina disarankan untuk menghentikan pemakaian dan memakai air bersih saja.
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi keputihan:
- Membersihkan vagina dengan air mengalir setiap mandi dan buang air dari arah depan ke belakang (bokong). Jangan membasuh vagina dari belakang ke depan karena berpotensi memindahkan kuman dari anus ke vagina
- Setelah dibasuh, pastikan vagina dalam kondisi kering sebelum memakai pakaian dalam dan usahakan untuk selalu mengganti pakaian dalam agar vagina tidak berkeringat dan lembab
- Menghindari penggunaan vaginal douche/ cairan pembersih vagina
- Hindari penggunaan celana yang terlalu ketat/ jenis bahan yang tidak menyerap keringat
- Hindari menggaruk vagina agar tidak terjadi perlukaan dan risiko infeksi sekunder
Apabila gejala keputihan berlanjut, segera memeriksakan diri ke dokter agar dapat mendapat pemeriksaan yang lebih komprehensif dan mendapat terapi yang sesuai penyebabnya.
Dijawab oleh dr. Felicia Ivanty
Keputihan yang tidak normal seperti apa?
Saya berusia 21 tahun dan mengalami masalah keputihan sudah setahun lebih. Keputihan saya tidak menentu warnanya, namun berbau. Saat ini keputihan berwarna coklat berbau dan banyak sekali, sudah 5 hari seperti ini. Sebelumnya keputihan saya berwarna putih seperti susu dan kental, tentunya berbau, selama 2 hari. Tapi keputihan saya ini tidak gatal. Apa yang harus saya lakukan?
Perlu diketahui dulu, apakah terdapat keluhan lain seperti adanya nyeri perut atau tidak teraturnya siklus haid. Keputihan atau disebut juga dengan fluor albus adalah kondisi di mana keluarnya cairan/lendir dari vagina yang bukan merupakan darah.
Pada dasarnya lendir ini diproduksi oleh leher rahim dengan tujuan membawa sel-sel mati dan bakteri keluar dari tubuh. Keputihan ada yang bersifat normal, ada juga yang tidak normal. Keputihan normal biasanya muncul saat terangsang, masa subur, atau hamil dan menyusui.
Namun, keputihan yang gatal, berubah warna selain bening maupun putih telur, dan berbau dapat terjadi akibat beberapa hal:
- Bacteriosis vaginalis: Keluhan berupa gatal, bisa nyeri saat haid, dan keputihan warna putih keabuan
- Infeksi jamur: Keputihan berwarna kekuningan atau putih susu pecah, bisa berbau dan tidak, gatal dan nyeri vagina, serta muncul rasa terbakar pada vagina
- Trikomoniasis atau parasit: Gejala keputihan kekuningan dan berbusa, bau busuk dan rasa terbakar pada vagina.
Sebaiknya periksakan diri ke dokter apabila keluhan yang dirasakan tidak membaik atau justru bertambah parah, adanya demam, atau jika keluhan disertai nyeri saat buang air kecil dan nyeri pada perut bawah.
Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti pemeriksaan cairan vagina atau pemeriksaan urine jika memang dibutuhkan. Hal itu dilakukan untuk menegakkan diagnosis sehingga dokter dapat memberikan pengobatan yang tepat.
Untuk membantu mencegah keputihan berulang, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:
- Hindari penggunaan celana dan celana dalam yang terlalu ketat
- Gunakan celana dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat
- Jaga kebersihan vagina dengan selalu membasuh setelah buang air
- Pastikan area vagina bersih dan kering
- Jangan berganti-ganti pasangan seksual
- Minum air putih minimal 2 liter sehari
Dijawab oleh dr. Luqman Hakim
Bagaimana cara agar keputihan kembali normal?
Keputihan saya berwarna hijau kekuningan gitu dan berbau tidak sedap. Biasanya gatal kalau keluar keputihan warna hijau. Tetapi tidak setiap hari saya mengalami keputihan berwarna hijau kekuningan, terkadang keputihan berwarna putih biasa. Menurut dokter, bagaimana cara untuk mengatasinya?
Keputihan berwarna kuning kehijauan merupakan keputihan yang tidak normal. Umumnya, keputihan tersebut banyak disebabkan oleh infeksi menular seksual. Sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan terapi antibiotik untuk mengatasi infeksi.
Cara mengatasi keputihan abnormal:
- Jaga kebersihan area kewanitaan
- Periksakan diri dan pasangan untuk mengobati infeksi secara tuntas
- Tidak berhubungan seks terlebih dahulu hingga keputihan membaik
- Minum air putih yang cukup
- Terapkan pola hidup sehat
Dijawab oleh dr. Scientia Inu Kirana
Keputihan tidak normal dapat ditandai dengan keputihan yang banyak, berbau tidak sedap, berwarna kehijauan atau keabuan, dan disertai keluhan gatal ataupun nyeri.
Keputihan abnormal dapat disebabkan oleh infeksi bakteri ataupun jamur. Namun, untuk memastikan penyebab keputihan diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter. Sementara, jika keputihan tidak menyebabkan keluhan dan berwarna putih atau bening, maka dapat dikategorikan keputihan normal.
Jika mengalami keputihan abnormal, maka ini yang harus dilakukan:
- Jaga kebersihan area genital
- Biasakan membasuh vagina dari depan ke belakang
- Gunakan pakaian dalam yang menyerap keringat dan ganti secara berkala
- Hindari hubungan seksual secara bebas dengan banyak pasangan
Dijawab oleh dr. Yoana
Apa ciri ciri keputihan yang tidak normal?
Saya ingin bertanya mengenai beberapa ciri keputihan fisiologis maupun patologis. Wanita dikatakan mengalami keputihan jika mempunyai berapa ciri ya, dok? Misalnya ciri ciri keputihan ada 5, apakah wanita dikatakan mengalami keputihan apabila memiliki 5 ciri tersebut?
Keputihan adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar-kelenjar yang terdapat di dalam lubang vagina atau serviks. Cairan yang dikeluarkan ini merupakan fenomena umum yang dialami setiap wanita.
Cairan keputihan ini mengandung bakteri dan sel-sel yang telah mati dan dikeluarkan dari tubuh agar vagina tetap bersih dan mencegah terjadinya infeksi. Keputihan dialami setiap wanita dan pada umumnya bersifat normal tidak berbau, berwarna jernih hingga keruh seperti susu.
Perubahan pada bau, jumlah, dan warna keputihan dapat mengindikasikan adanya perubahan hormon atau masalah dalam tubuh sehingga bisa disebut keputihan abnormal.
Warna keputihan dapat mengindikasikan hal berikut:
- Warna bening seperti putih telur adalah keputihan normal. Mekanisme vagina untuk membersihkan lubang vagina dari sel-sel mati secara alami
- Warna putih keruh hingga kekuningan adalah keputihan normal, kecuali disertai dengan rasa nyeri atau bau tidak sedap
- Warna merah hingga kecoklatan menunjukkan tanda menstruasi di luar periode normal, pengaruh alat kontrasepsi, kanker serviks
- Warna kuning pucat hingga kehijauan adalah kondisi keputihan normal, kecuali disertai rasa nyeri, gatal saat berkemih, dan berbau tidak sedap sebagai tanda infeksi
- Warna pink hingga kemerahan adalah kondisi keputihan yang pada umumnya dijumpai pada wanita setelah berhubungan seks
Beberapa pemeriksaan penunjang, seperti tes darah, pemeriksaan tes serviks, serta pemeriksaan pap smear yang dapat dilakukan untuk menentukan penyebab keputihan. Khususnya, keputihan yang terlalu banyak, berwarna, berbau tidak sedap, dan gejala lain seperti penurunan berat badan atau nyeri saat berhubungan seks.
Dijawab oleh Tim Medis HDmall
Artikel terkait
- Penyebab dan Cara Menghilangkan Bau Vagina
- Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegah Kanker Vagina
- Seperti Apa, Sih, Bentuk Vagina yang Normal dan Sehat?
Pertanyaan lain yang sering diajukan