Cara Onani yang Benar agar Puas dan Tidak Lecet, Pria Wajib Tahu!


Klik link di bawah ini untuk mempermudah menemukan informasi yang mau kamu simak:

Buka

Tutup

Onani alias masturbasi kerap menjadi jalan pintas untuk mendapatkan kepuasan seksual tanpa berhubungan intim. Namun, sudah tahu cara onani yang benar dan aman buat kesehatan?

Baik pada wanita atau pria, masturbasi tergolong aman dilakukan selama tidak berlebihan. Pastikan juga jangan sampai salah cara karena bisa membuat area sensitif menjadi lecet dan menyakitkan.

Temukan panduan onani yang benar agar tetap aman dan gairah maksimal berikut ini!

Apa itu onani?

Masturbasi atau onani adalah aktivitas yang dilakukan untuk memuaskan hasrat seksual. Hal ini dilakukan dengan memberi rangsangan ke alat kelamin secara berulang hingga gairah seks memuncak.

Masturbasi lebih sering dilakukan oleh pria yang belum menikah. Biasanya, pria akan memberikan gerakan maju-mundur secara berulang pada penis atau buah zakar untuk merangsang hasrat seksualnya muncul.

Tak hanya pria, wanita pun juga dapat melakukannya untuk mendapatkan kepuasan seksual. Namun, rangsangan seksualnya dilakukan pada payudara atau vagina secara berulang.

Beberapa orang memilih masturbasi sebagai jalan pintas untuk mencapai orgasme dengan lebih aman. Pasalnya, cara ini tidak membutuhkan penetrasi sehingga bisa jadi alternatif untuk tetap merasa puas tanpa takut akan terjadi kehamilan.

Cara onani yang benar dan aman

Terlepas dari kaidah keagamaan yang menyebutnya sebagai aktivitas haram, onani merupakan hal normal dalam dunia medis. Kegiatan ini pun terbilang aman dilakukan selama dilakukan sewajarnya. 

Masturbasi yang dilakukan asal-asalan atau terlalu berlebihan dapat membuat organ intim lecet dan terasa sakit. Maka itu, penting untuk mengetahui cara melakukan onani yang benar agar tidak membahayakan alat kelamin dan kesehatan seksual.

Berikut panduannya:

1. Pilih tempat yang bersih dan aman

Masturbasi adalah aktivitas yang sifatnya pribadi, maka pilihlah tempatnya aman dan tidak dilihat orang lain. Pastikan ruangannya bersih untuk menghindari risiko penularan penyakit.

Hindari tempat umum seperti toilet umum karena rentan terdapat banyak bakteri. Meski terasa puas, tempat yang kotor membuat kamu berisiko terkena penyakit kelamin.

2. Lakukan onani sendirian

Karena aktivitas pribadi, lagi-lagi pastikan kamu melakukan hal privat ini sendirian. Hindari mengajak teman atau siapa pun untuk melakukannya.

Keterlibatan orang lain, apalagi jika terjadi kontak fisik, dapat meningkatkan risiko penularan penyakit seksual. 

3. Siapkan tisu

Sebelum memulai onani, pastikan sudah ada tisu di samping atau tempat yang mudah dijangkau olehmu. Tisu ini diperlukan untuk membersihkan penis atau vagina pasca mencapai orgasme.

Hindari menggunakan tisu berulang atau kain berbahan kasar untuk membersihkan kelamin. Alih-alih bersih, hal tersebut dapat melukai penis atau vagina.

4. Jaga kebersihan tangan

Salah satu hal yang tak boleh terlewatkan sebelum onani adalah menjaga kebersihan tangan. Pastikan kamu sudah mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu dan keringkan.

Tangan merupakan tempat favorit bagi kuman atau bakteri berkembang biak. Jika tangannya tidak bersih, maka bakteri tadi dapat berpindah ke kelamin dengan mudah.

5. Atur posisi yang nyaman

Sebelum mulai seks solo, pilih posisi yang nyaman dan aman. Salah satu posisi yang paling umum adalah sambil duduk atau tidur terlentang.

Untuk mendapatkan pengalaman seksual yang baru, kamu juga bisa bermasturbasi sambil berdiri atau bersandar di dinding. Hindari posisi masturbasi yag dapat meningkatkan risiko cedera pada tubuh atau organ intim, misalnya tengkurap.

6. Pegang alat kelamin dengan benar

Cara onani yang benar adalah memegang alat kelamin dengan tangan. Biasanya, pria akan meletakkan penis di antara ibu jari dan jari telunjuk atau di antara jari-jari lain.

Sentuh penis secara perlahan, lalu percepat gerakannya sambil maju mundur hingga hasrat seksual mulai muncul. Teruskan gerakannya hingga mencapai puncak dan terjadi orgasme. Ingat, lakukan masturbasi secara hati-hati agar alat kelamin tidak lecet.

Setelah mencapai orgasme, penis akan mengeluarkan cairan yang disebut semen atau air  mani. Cairan tersebut berisi sel-sel sperma yang jumlahnya sekitar 5 ml. Namun, jumlah cairan ini bervariasi pada setiap pria, tergantung seberapa lama pria tersebut tidak onani atau melakukan aktivitas seksual lainnya.

7. Mandi

Orgasme memang kerap membuat tubuh jadi lemas dan mengantuk. Namun, jangan langsung memilih untuk tidur, ya.

Usai membersihkan alat kelamin, kamu disarankan untuk mandi terlebih dahulu. Bilas keringat dan sisa cairan mani yang masih menempel dengan mandi agar tubuh kembali bersih.

Mengikuti cara onani yang benar tidak hanya membuat kepuasan seks jadi tercapai, tapi juga memastikan alat kelamin tetap aman dari segi kesehatan.

Setiap aktivitas seksual menjadi salah satu jalur tersebarnya penyakit menular seksual (STD). Pastikan untuk selalu melakukan seks secara aman agar terlindungi dari penyakit seksual.

Untuk pencegahan, kamu bisa booking paket pemeriksaan STD via HDmall.id. Dapatkan perawatan kesehatan di klinik terdekat sesuai dengan lokasi dan budget-mu. Nikmati kemudahan pembayaran dengan berbagai metode sesuai kebutuhanmu. Hubungi tim customer service HDmall.id sekarang!

Baca juga artikel lain seputar kesehatan reproduksi:

Referensi

Buka


Tutup