Jangang bintatoeng, masakan
Pengantar
Jangang Bintatoeng adalah bagian daging sapi yang biasa digunakan dalam berbagai masakan tradisional Indonesia. Daging ini memiliki karakteristik tekstur yang empuk dengan rasa yang kaya. Dari segi nutrisi, per 100 gram jangang Bintatoeng mengandung 250 kcal energi, 20 gram protein, dan 18 gram lemak. Sementara itu, daging ini tidak mengandung karbohidrat dan serat.
Protein yang terkandung dalam jangang Bintatoeng sangat bermanfaat untuk pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, serta memproduksi enzim dan hormon. Sementara lemaknya dapat menjadi sumber energi yang penting bagi tubuh. Dalam pengolahannya, penting untuk memastikan daging dimasak dengan baik untuk menghilangkan bakteri dan parasit yang mungkin ada. Meski demikian, jangang Bintatoeng harus dikonsumsi dengan bijak dan seimbang dengan sumber nutrisi lain, mengingat tingginya kandungan lemak dapat berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung dan kolesterol jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih.
Kode Panganku: FP048 | Kategori: Daging | Tipe: Olahan (Processed)
Komposisi Gizi
Komposisi gizi per 100 g
| Nutrisi | Jumlah |
|---|---|
| Air (Water) | 60 g |
| Energi (Energy) | 250 kcal |
| Protein (Protein) | 20 g |
| Lemak (Fat) | 18 g |
| Karbohidrat (CHO) | 0 g |
| Serat (Fibre) | 0 g |
Sumber: Panganku Database
Ide Resep dengan Jangang bintatoeng, masakan
Rendang Jangang Bintatoeng
Daging diolah dengan bumbu khas rendang dan dimasak hingga empuk dan kental
Gulai Jangang Bintatoeng
Daging direbus dengan bumbu gulai hingga bercampur rasa dan berwarna kuning
Sate Jangang Bintatoeng
Daging dibakar dengan bumbu khas sate dan disajikan dengan saus kacang
Semur Jangang Bintatoeng
Daging dimasak dengan bumbu semur hingga berwarna coklat dan rasa manis
Tongseng Jangang Bintatoeng
Daging direbus dengan kuah kari dan disajikan dengan sayuran segar